HATI-HATI BELI GORENGAN DI BULAN ROMADHON
Pembeli (B) : "Yu, aku tuku gorengane.
Penjual (J) : Sing endi, kang?
(B) : "Lho.. Ono pirang macem, Yu?
(J): "Sing iki pisang goreng rong ewu telu,
Mendoan rong ewu papat,
Tahu goreng rong ewu lima, kang!
Sampean arep tuku sing endi kang?
(B): "Walah... Gorengan wis kadaluwarsa kabeh iku. Kok sik didol ae, Yu yu?!
(J): "Èh.... , sampean nek ngomong sing enak po o..... Jajal deloken disik, sik anyar iki nembe tak entas teko wajan kok ngomong kadaluwarsa?
Sampean ojok ngawur loh ngomonge
(B): "Lho..., lah sampean dewe tah sing omong mau, pisang goreng 2003, mendoan 2004, tahu goreng 2005.
Lha sak iki wis taun 2016 Yu!
Ýo opo ga wis kedaluwarsa iku ??!
(J): Walah, koen.... jan kakean omong
Lambe mu tak goreng sisan engko tak dol rong ewu nembelas...!!😂😂😛🤕
Jumat, 24 Juni 2016
Apa itu Barokah?
APA ITU "BAROKAH" ?
Barokah adalah kata yg diinginkan oleh hampir semua hamba yg beriman, karenanya menyebabkan orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.
Barokah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi barokah ialah ketaatanmu kepada الله SWT. dengan segala keadaan yg ada, baik berlimpah atau sebaliknya.
Barokah itu: "albarokatu tuziidukum fi tho'atillah~ barokah itu bertambah tambah taatmu kepada الله SWT.
Hidup yg barokah bukan hanya sehat, tapi kadang-kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yg umurnya pendek tapi dahsyat taatnya, layaknya orang2 solleh.
Tanah yg barokah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yg tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله SWT tiada yg menandingi.
Makanan barokah itu bukan yg komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat kepada ALLOH SWT. setelah makan.
Ilmu yg barokah itu bukan yg banyak riwayat & catatan kakinya, tapi mampu menjadikan seorang meneteskan keringat & darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله SWT dan bermanfaat baik bagi diri sendiri serta bagi orang lain.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar & bertambah, tapi sejauh mana dia boleh jadi jalan rizqi bagi yg lainnya & semakin banyak orang yg terbantu dengan penghasilan tersebut.
Anak² yg barokah bukanlah saat kecil mereka cantik & pandai atau setelah dewasa mereka berjaya bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak yg barokah ialah yg senantiasa taat kepada Rabb Nya & kelak di antara mereka ada yg lebih solleh maupun solehah tak henti²nya mendo'akan kedua Orang tuanya.
Mudah2an bermanfaat ...
Barokah adalah kata yg diinginkan oleh hampir semua hamba yg beriman, karenanya menyebabkan orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.
Barokah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi barokah ialah ketaatanmu kepada الله SWT. dengan segala keadaan yg ada, baik berlimpah atau sebaliknya.
Barokah itu: "albarokatu tuziidukum fi tho'atillah~ barokah itu bertambah tambah taatmu kepada الله SWT.
Hidup yg barokah bukan hanya sehat, tapi kadang-kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yg umurnya pendek tapi dahsyat taatnya, layaknya orang2 solleh.
Tanah yg barokah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yg tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله SWT tiada yg menandingi.
Makanan barokah itu bukan yg komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat kepada ALLOH SWT. setelah makan.
Ilmu yg barokah itu bukan yg banyak riwayat & catatan kakinya, tapi mampu menjadikan seorang meneteskan keringat & darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله SWT dan bermanfaat baik bagi diri sendiri serta bagi orang lain.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar & bertambah, tapi sejauh mana dia boleh jadi jalan rizqi bagi yg lainnya & semakin banyak orang yg terbantu dengan penghasilan tersebut.
Anak² yg barokah bukanlah saat kecil mereka cantik & pandai atau setelah dewasa mereka berjaya bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak yg barokah ialah yg senantiasa taat kepada Rabb Nya & kelak di antara mereka ada yg lebih solleh maupun solehah tak henti²nya mendo'akan kedua Orang tuanya.
Mudah2an bermanfaat ...
Ingin Berhenti Marah dengan anak
Suatu hari ada seorang ibu yang bersifat pemarah dan sering memarahi anaknya. Lalu ia betekad untuk mengurangi marahnya lalu si ibu tadi datang menemui Sang Kakek bijak.
Setelah mendengarkan semua cerita si ibu lalu sang kakek bijak memberikan sekantong paku dan mengatakan pada si ibu itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama ibu itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana ibu tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya secara penuh dan tidak lagi cepat kehilangan kesabarannya.
Dia memberitahukan hal ini kepada sang Kakek bijak, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari penuh dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan si ibu itu akhirnya memberitahu sang kakek bijak bahwa semua paku telah tercabut olehnya.
Lalu sang kakek menuntun ibu tersebut ke pagar
“Hmm....? Kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi, lihatlah lubang-lubang bekas paku ini, kayu pagar ini ,tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, "
"ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan pada anakmu, Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini, di hati anakmu dan orang lain".
"Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, Luka itu akan tetap ada"
"Dan tahukah kamu bahwa luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik bahkan lebih sakit lagi karena terus tersimpan di batin bawah sadar anakmu"
Ambilah semenit saja dari waktu kita untuk merenungkan hal ini
Setelah mendengarkan semua cerita si ibu lalu sang kakek bijak memberikan sekantong paku dan mengatakan pada si ibu itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama ibu itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana ibu tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya secara penuh dan tidak lagi cepat kehilangan kesabarannya.
Dia memberitahukan hal ini kepada sang Kakek bijak, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari penuh dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan si ibu itu akhirnya memberitahu sang kakek bijak bahwa semua paku telah tercabut olehnya.
Lalu sang kakek menuntun ibu tersebut ke pagar
“Hmm....? Kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi, lihatlah lubang-lubang bekas paku ini, kayu pagar ini ,tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, "
"ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan pada anakmu, Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini, di hati anakmu dan orang lain".
"Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, Luka itu akan tetap ada"
"Dan tahukah kamu bahwa luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik bahkan lebih sakit lagi karena terus tersimpan di batin bawah sadar anakmu"
Ambilah semenit saja dari waktu kita untuk merenungkan hal ini
3 Hal Penghancur Suatu Bangsa
Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar. Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.
Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar. Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.
Cina di zaman itu terlalu sibuk dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia. Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa.
Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa apabila ingin menghancurkan peradaban sebuah bangsa, ada tiga cara untuk melakukannya, yaitu:
1. Hancurkan tatanan keluarga
2. Hancurkan pendidikan
3. Hancurkan keteladanan dari para tokoh dan ulama.
Untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan ibu-ibu agar sibuk dengan dunia luar, menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu. Para ibu akan lebih bangga menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga dengan dalih hak asasi dan emansipasi.
Kedua, pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan peran guru. Kurangi penghargaan terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata, hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik, sehingga semua siswa meremehkannya.
Ketiga, untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan ulama adalah dengan cara melibatkan mereka ke dalam politik praktis yang berorientasi materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai. Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.
Apabila ibu rumah tangga sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap dan para ulama dan tokoh panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur?
Itulah awal kehancuran yang sesungguhnya. Saat itulah kehancuran bangsa akan terjadi, sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bangunan fisik yang megah, dan dibawa dengan kendaraan yang mewah. Semuanya tak akan berarti apa apa, rapuh dan lemah tanpa jiwa yang tangguh.
* * *
Di adaptasi dari tulisan Jarred Diamond, penulis yg memperoleh penghargaan pulitzer. Dalam sebuah pidatonya Jarred pernah mengatakan bahwa negara seperti: Indonesia, Columbia dan Philipina, merupakan beberapa peradaban yang sebentar lagi akan punah...... salam
Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar. Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.
Cina di zaman itu terlalu sibuk dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia. Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa.
Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa apabila ingin menghancurkan peradaban sebuah bangsa, ada tiga cara untuk melakukannya, yaitu:
1. Hancurkan tatanan keluarga
2. Hancurkan pendidikan
3. Hancurkan keteladanan dari para tokoh dan ulama.
Untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan ibu-ibu agar sibuk dengan dunia luar, menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu. Para ibu akan lebih bangga menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga dengan dalih hak asasi dan emansipasi.
Kedua, pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan peran guru. Kurangi penghargaan terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata, hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik, sehingga semua siswa meremehkannya.
Ketiga, untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan ulama adalah dengan cara melibatkan mereka ke dalam politik praktis yang berorientasi materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai. Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.
Apabila ibu rumah tangga sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap dan para ulama dan tokoh panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur?
Itulah awal kehancuran yang sesungguhnya. Saat itulah kehancuran bangsa akan terjadi, sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bangunan fisik yang megah, dan dibawa dengan kendaraan yang mewah. Semuanya tak akan berarti apa apa, rapuh dan lemah tanpa jiwa yang tangguh.
* * *
Di adaptasi dari tulisan Jarred Diamond, penulis yg memperoleh penghargaan pulitzer. Dalam sebuah pidatonya Jarred pernah mengatakan bahwa negara seperti: Indonesia, Columbia dan Philipina, merupakan beberapa peradaban yang sebentar lagi akan punah...... salam
Monyet dan Angin
Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.
Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.
*Angin Topan, Tornado dan Bahorok*.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin,
siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
*Angin Topan* bilang,
dia cuma perlu waktu 45 detik.
*Angin Tornado* nggak mau kalah, 30 detik, katanya.
*Angin Bahorok* senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.
Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.
Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.
Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.
Nggak lama, datang *angin SEPOI-SEPOI*..
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…
Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia terus lepas lah pegangannya
Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.
*PESAN MORAL* :
Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…
Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...
Disinilah ” KEJATUHAN ” itu terjadi.
Jangan sampai kita terlena…terbuai..
Tetap ”Rendah hati”, “Mawas diri”, “Sederhana”, "Berbuat Amal" karena bukan KRITIKAN yang membuat anda "JATUH" tapi sanjungan & pujian.
Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.
*Angin Topan, Tornado dan Bahorok*.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin,
siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
*Angin Topan* bilang,
dia cuma perlu waktu 45 detik.
*Angin Tornado* nggak mau kalah, 30 detik, katanya.
*Angin Bahorok* senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.
Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.
Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.
Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.
Nggak lama, datang *angin SEPOI-SEPOI*..
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…
Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia terus lepas lah pegangannya
Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.
*PESAN MORAL* :
Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…
Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...
Disinilah ” KEJATUHAN ” itu terjadi.
Jangan sampai kita terlena…terbuai..
Tetap ”Rendah hati”, “Mawas diri”, “Sederhana”, "Berbuat Amal" karena bukan KRITIKAN yang membuat anda "JATUH" tapi sanjungan & pujian.
Lontong
Putu : “Gek ngopo sampean mbah? “
Simbah : “ Nggolek godhong gedhang le..”
Putu : “ godhong gedhang gawe opo mbah ?"
Simbah : “gawe bungkus lontong”
Putu : “lontong gawe opo mbah”
Simbah : “ mengko dipangan karo opor”
Putu : “oooo sik mengko.. lha saiki ngopo mbah?
Simbah : “nggolek godhong gedhang leee”
Putu : “gawe opo mbah? “
Simbah : “digawe bungkus lontong!! Kan mau wis tak kandani leee!?!?!”
Putu : “Lontong digawe opo mbah?”
Simbah : “dipangan karo opor leee, mosok digawe ganjel lawang??“
Putu : “Oh ngono yo mbah”
Simbah : “iyooo, wis kono lungo, ojo ngganggu aku!!!”
Putu : “kenopo mbah? “
Simbah : “kan aku akeh gawean saiki…!!!”
Putu : “gawean opo mbah…?”
Simbah : “ Maasyaa Allaaah....nggolek godhong gedhaaaang lee...!!!”
Putu : “godhong gedhang gawe opo mbah…?”
Simbah : “digawe lontoooong, ra krungu tho kowe?????!! “
Putu : “Simbah ngomong karo sopo…? “
Simbah :“ Astaghfirullah....karo kowee...tholeee....!!!
Putu : “lha nek karo aku, kenopo simbah bengak bengok? Aku kan nang kene wae”
Simbah : “mripatmu merem tho... !!! Soale kowe bodho… ora ndelok tho aku lagi akeh gawean????!!!! “
Putu : “gawean opo mbah….? “
Simbah : “dengkulmu anjloogg!!!! Nggolek godhong gedhaaaang leee...!! “
Putu : “godhong gedhang gawe opo mbah…?”
Simbah : “ lambemu ambrol...… digawe bungkus lontong, lontong yo dipangan leeeee!!!! “
Putu : “Kan nang omah ono sego?, kenopo simbah mangan lontong campur godhong gedhang mbah????”
Simbah : “putuku sing kowe dolan sing adoh, nek perlu ora usah mbalek sak lawase!!!!!, engkok simbah bludregke kumat. Simbah lagi nyambut gawe saiki!!”
Putu : “kenopo koq bludreg mbah? Sakjane simbah nggolek godhong gedhang opo bludreg sih? Bludreg kuwi opo sih mbah? Iso digawe bungkus lontong tho…?“
simbah : “ya ampuun. ... le.. lee...!! Kok guoblok tenan koweeee..!!!! Kenthiiir!!!!“
Putu : “kenthir??? Simbah stress yo?? “
Simbah : “iyo Simbah stress..!. mumet ndasku ono kowe ngganggu aku nyambut gawe!! “
Putu : “nek nyambut gawe nggolek godhong gedhang marai mumet…, kenopo simbah isih tetep nggolek godhong gedhang??”
Simbah : “wis wis ora usah kakean cangkem!! Saiki minggato, muliho wae kowe.!!!!“
Putu : “iyo mbah, aku muleh wae… simbah ora muleh sisan…??”
Simbah : “oraaa, aku isih akeh gawean “
Putu : “gawean opo mbah…?”
Simbah : “weduss...!!! takok maneh!!!!! nggolek godhong gedhang,..!!!!
Putu : "godhong gedhang gawe opo mbah,.?”
Simbah : “gawe njejeli lambemu...!!!!????
Putu : lha jarene mau gawe bungkus lontong mbah?
Simbah Kejét2 terus semapuuut......???!!!
Simbah : “ Nggolek godhong gedhang le..”
Putu : “ godhong gedhang gawe opo mbah ?"
Simbah : “gawe bungkus lontong”
Putu : “lontong gawe opo mbah”
Simbah : “ mengko dipangan karo opor”
Putu : “oooo sik mengko.. lha saiki ngopo mbah?
Simbah : “nggolek godhong gedhang leee”
Putu : “gawe opo mbah? “
Simbah : “digawe bungkus lontong!! Kan mau wis tak kandani leee!?!?!”
Putu : “Lontong digawe opo mbah?”
Simbah : “dipangan karo opor leee, mosok digawe ganjel lawang??“
Putu : “Oh ngono yo mbah”
Simbah : “iyooo, wis kono lungo, ojo ngganggu aku!!!”
Putu : “kenopo mbah? “
Simbah : “kan aku akeh gawean saiki…!!!”
Putu : “gawean opo mbah…?”
Simbah : “ Maasyaa Allaaah....nggolek godhong gedhaaaang lee...!!!”
Putu : “godhong gedhang gawe opo mbah…?”
Simbah : “digawe lontoooong, ra krungu tho kowe?????!! “
Putu : “Simbah ngomong karo sopo…? “
Simbah :“ Astaghfirullah....karo kowee...tholeee....!!!
Putu : “lha nek karo aku, kenopo simbah bengak bengok? Aku kan nang kene wae”
Simbah : “mripatmu merem tho... !!! Soale kowe bodho… ora ndelok tho aku lagi akeh gawean????!!!! “
Putu : “gawean opo mbah….? “
Simbah : “dengkulmu anjloogg!!!! Nggolek godhong gedhaaaang leee...!! “
Putu : “godhong gedhang gawe opo mbah…?”
Simbah : “ lambemu ambrol...… digawe bungkus lontong, lontong yo dipangan leeeee!!!! “
Putu : “Kan nang omah ono sego?, kenopo simbah mangan lontong campur godhong gedhang mbah????”
Simbah : “putuku sing kowe dolan sing adoh, nek perlu ora usah mbalek sak lawase!!!!!, engkok simbah bludregke kumat. Simbah lagi nyambut gawe saiki!!”
Putu : “kenopo koq bludreg mbah? Sakjane simbah nggolek godhong gedhang opo bludreg sih? Bludreg kuwi opo sih mbah? Iso digawe bungkus lontong tho…?“
simbah : “ya ampuun. ... le.. lee...!! Kok guoblok tenan koweeee..!!!! Kenthiiir!!!!“
Putu : “kenthir??? Simbah stress yo?? “
Simbah : “iyo Simbah stress..!. mumet ndasku ono kowe ngganggu aku nyambut gawe!! “
Putu : “nek nyambut gawe nggolek godhong gedhang marai mumet…, kenopo simbah isih tetep nggolek godhong gedhang??”
Simbah : “wis wis ora usah kakean cangkem!! Saiki minggato, muliho wae kowe.!!!!“
Putu : “iyo mbah, aku muleh wae… simbah ora muleh sisan…??”
Simbah : “oraaa, aku isih akeh gawean “
Putu : “gawean opo mbah…?”
Simbah : “weduss...!!! takok maneh!!!!! nggolek godhong gedhang,..!!!!
Putu : "godhong gedhang gawe opo mbah,.?”
Simbah : “gawe njejeli lambemu...!!!!????
Putu : lha jarene mau gawe bungkus lontong mbah?
Simbah Kejét2 terus semapuuut......???!!!
HP Ketinggalan Kok Ditelpon
*Bejo* nelpon kancane sing jenenge *Parto,* nanging ora diangkat-angkat. Dadine Bejo trus sms wae.
*Sms sepisan:*
To, kowe neng ndi?
(Ora ono balesan)
*Sms kaping pindo:*
To, kok ora dibales?
(Yo ora ono balesan)
*Sms kaping telu:*
Parto, kowe nesu yo karo aku ?
(tetep ora ono balesan)
*Sms kaping papat:*
Mas Parto.., yen kowe nesu,, ngomongo karo aku... !!
Mosok soko esuk aku telp ora mbok angkat? Aku sms ora mbok bales..?
Aku mung arep ngomong.., HPmu keri neng omahku mau bengi ....... wis ngono HP mu kui muni terus ket mau. Koyo wong penting wae kowe kui..!!! 😄😄😄
*Sms sepisan:*
To, kowe neng ndi?
(Ora ono balesan)
*Sms kaping pindo:*
To, kok ora dibales?
(Yo ora ono balesan)
*Sms kaping telu:*
Parto, kowe nesu yo karo aku ?
(tetep ora ono balesan)
*Sms kaping papat:*
Mas Parto.., yen kowe nesu,, ngomongo karo aku... !!
Mosok soko esuk aku telp ora mbok angkat? Aku sms ora mbok bales..?
Aku mung arep ngomong.., HPmu keri neng omahku mau bengi ....... wis ngono HP mu kui muni terus ket mau. Koyo wong penting wae kowe kui..!!! 😄😄😄
Langganan:
Postingan (Atom)